
Bagi penggemar ambigram nama John Langdon ibarat seorang bintang. Dia adalah pakar dalam pembuatan ambigram. Novel “Angels & Demons” karya Dan Brown telah melambungkan namanya dan ambigram ke seluruh dunia.
Dia memberikan beberapa nasehat yang perlu disimak oleh penggemar ambigram terutama bagi para pemula. Saya terjemahkan dari websitenya dan memberinya beberapa tambahan yang saya pandang perlu sebatas pengalaman saya.
Mari kita simak.
Nikmati, sabar dan jangan mengharapkan keajaiban (untuk sementara waktu)
Saya menemukan kemungkinan untuk membuat ambigram saat bermain dengan kata. Jika Anda bisa tetap menikmati prosesnya, maka Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang lebih baik daripada sekadar ambigram. Mungkin itulah kelebihan Anda.
Tambahan dari saya
Tampaknya menikmati proses memang berlaku untuk segala hal. Membuat ambigram seperti mengukir karakter. Tiap bagian perlu diperhatikan dengan seksama. Panjang, bentuk dan kelengkungan akan sangat menentukan kemudahan membacanya dan estetikanya.
Nasehatnya untuk jangan mengharapkan keajaiban (untuk sementara waktu) karena membuat ambigram memang memerlukan kesabaran. Jangan terburu nafsu dan berharap segera jadi. Saat ambigram itu muncul kita bakalan seperti melihat keajaiban.
Mempelajari dan menggambar bentuk-bentuk huruf konvensional
Saat Anda melakukan corat-coret sambil menerima telepon, gambarlah beberapa huruf. Ketika Anda semakin familiar dengan mengetahui, memahami dan menyukai bentuk-bentuk huruf konvensional, maka Anda akan semakin baik menciptakan bentuk-bentuk huruf yang tidak konvensional. Anda akan tahu dengan persis seberapa jauh manipulasi yang perlu dilakukan dan segera menyadari ketika melewati batas.
Ketika kata atau nama yang Anda buat menjadi ambigram ternyata tampak tidak logis, atau hasilnya terlalu sulit untuk dibaca atau tampil sangat buruk, maka jangan menyebutnya sebagai ambigram. Itu adalah sampah dan sebaiknya dibuang saja.
Saat awal-awal mencoba carilah kata-kata yang mudah dan jangan memaksakan diri untuk membuat kata-kata yang sulit. Semakin lama akan semakin banyak kata yang dapat kita olah.
Tambahan dari saya
Kita perlu memahami karakter tiap huruf dan bentuk yang menjadi ciri khasnya masing-masing. Misalnya huruf “K”, ciri khasnya adalah pada bentuk siku yang membuka ke samping. Huruf “E” bisa diwakili oleh 3 garis mendatar.
Menghitung jumlah kaki juga dapat membantu. Misalnya huruf “m” yang memilliki 3 kaki bisa dipasangkan dengan huruf “in”. Huruf “m” dan “w” paling mudah dimanipulasi.
Beberapa pasangan huruf memang merupakan kebalikannya, seperti “p” dan “d”. Sementara beberapa huruf lain dapat dimodifikasi dengan mudah, seperti huruf “h” dan “y”. Saya sudah mengulas sebagiannya di artikel ambigram 1 dan ambigram 2. Silahkan disimak lagi.
Saya mengumpulkan beberapa kata yang mudah dibuat menjadi ambigram. Sebuah ambigram biasanya merupakan gabungan huruf besar dan huruf kecil, namun untuk latihan buatlah ambigram dari kata-kata di bawah ini sesuai dengan cara saya menulisnya.
- VISTA
- HEAVEN
- halley
- melow / mellow
- OTELO
Jangan memaksa ambigram menurut satu jenis font yang telah ditentukan sebelumnya
Saya katakan kepada mereka yang ingin membuat ambigram bahwa bentuk sebuah ambigram hampir 100% ditentukan oleh manipulasi yang diperlukan untuk membuatnya mudah dibaca dan memiliki estetika yang harmonis.
Tambahan dari saya
Pengalaman saya membenarkan ucapan ini. Pernah seorang teman meminta saya membuatkan ambigram namanya menurut bentuk tertentu yang dia sukai. Pada saat saya membuatnya ternyata ambigram itu seperti mengarahkan saya menurut bentuknya sendiri. Hasilnya memang cukup indah dan mudah dibaca tetapi bentuk hurufnya tidak seperti yang dia minta.
Itulah tiga nasehat dari John Langdon yang perlu diperhatikan oleh pecinta ambigram. Semoga bermanfaat dan selamat bermain dan bersenang-senang dengan karakter dan kata.
Sampai artikel berikutnya

Comments