
Ada yang bertanya kepada saya bagaimana caranya membuat ambigram. Waktu itu saya sendiri juga sedang belajar dan mencoba. Setelah beberapa hari berkutat, mencoret dan menghabiskan beberapa lembar kertas, akhirnya saya berhasil membuat beberapa karya yang telah saya muat dalam galeri ambigram.
Sekarang saya akan berbagi pengalaman dan ilmu yang telah saya pelajari selama beberapa hari terakhir. Kita akan merunut lagi proses ketika saya membuat ambigram Indonesia. Saya kira ini cukup layak sebagai pembuka karena cukup bervariasi dan tingkat kesulitan tidak terlalu tinggi. Mari kita mulai.
Secara umum ada tiga langkah untuk membuat ambigram, yaitu :
- Memilih dan menuliskan kata
- Mengukir karakter
- Sentuhan akhir
Kita mulai dengan langkah pertama. Kata Indonesia dituliskan dua kali secara bolak-balik seperti ini :

Tahap pertama membuat ambigram Indonesia
Bisa kita lihat bahwa huruf “n” tepat berada di tengah. Ini berarti “n” akan berkebalikan dengan dirinya sendiri. Artinya huruf “n” itu setelah dibalik akan tetap terbaca “n”. Kita bisa mulai mengukirnya.
Kombinasi ini cukup mudah dan ada cukup banyak alternatif. Membuat ambigram adalah kemampuan untuk memodifikasi karakter. Saya memilih membentuknya seperti ini.

ambigram huruf n-n
Berikutnya adalah kombinasi “o” dan “e”. Kombinasi ini bisa menimbulkan dilema, karena huruf “e” secara natural dipasangkan dengan huruf “a”. Saya membentuknya menjadi seperti ini :

ambigram o-e
Karakter pada posisi di depan sekilas tampak seperti huruf “a”. Tapi ada satu rahasia yang bisa kita manfaatkan. Manusia membentuk persepsi dan menarik relasi pada saat melihat. Manusia tidak melihat sesuatu bagian per bagian tapi memandang semua secara keseluruhan.
Pengalaman yang perlu diingat :
Kita tidak akan melihat tiap karakter dalam suatu ambigram saat berdiri sendiri tapi dalam suatu rangkaian sebagai satu kesatuan.
Kombinasi “d” dan “s” memberi tantangan yang berbeda. Menguji kreatifitas untuk menerobos batas saat mencoba setiap kemungkinan. Setelah berbagai uji coba akhirnya saya membentuknya menjadi seperti ini :

ambigram d-s
Cukup jelas dan mudah dibaca.
Tantangan berikutnya, saya tidak menghubungkan huruf “n” dengan huruf “i” lalu huruf “i” dengan huruf “a”. Sesungguhnya kombinasi ini justru lebih sulit dibuat. Huruf “i” memiliki satu kaki sedangkan huruf “n” memiliki dua kaki. Perbedaan ini sangat menentukan. Lebih mudah mengolah kombinasi “in” dan “ia”. Gabungan dua huruf seperti ini membuat keduanya memiliki tiga kaki. Kesamaan ini akan sangat memudahkan.
Pengalaman yang perlu diingat :
Jumlah kaki yang sama akan sangat memudahkan dalam membentuk karakter yang diinginkan.

Menentukan kombinasi in-ia
Saya mengukirnya dan membentuknya menjadi seperti ini :

ambigram in-ia
Sangat jelas terbaca.
Sekarang, semua karakter sudah diukir dan bisa dirangkai menjadi satu kesatuan seperti tampak di bawah ini :

Bentuk dasar Ambigram Indonesia
Inilah bentuk dasar ambigram Indonesia. Dua langkah sudah kita lalui. Langkah ketiga adalah memberi sentuhan akhir. Pewarnaan, pembentukan bayangan, outline dan lain-lain sesuai kreatifitas kita. Saya mengolahnya menjadi seperti ini :

Ambigram Indonesia
Dengan demikian selesailah ambigram kita dengan dua pengalaman yang bisa dijadikan patokan. Semoga bermanfaat bagi mereka yang ingin belajar.
Sampai artikel berikutnya

Comments